Kalau dikerjain, selesai.

Jadi, 2 hari yang lalu saya tiba-tiba kepikiran untuk cepat-cepat ngerjain naskah teater detektif untuk ujian praktek seni budaya. Supaya semangat, saya iming-imingi proyek naskah ini supaya masuk blog. Ternyata, perubahannya yang terjadi sangat signifikan. Dalam 2 hari, selesai. 1 hari ngerjain abstraksinya, nyusun alur, nyusun cerita, nyusun tokoh, nyusun detail, dan dialognya sampe setengah. Hari ke-2, mulainya lama… buka facebook dulu, buka twitter dulu, baca sampe banyak post-nya Bang Prasdianto, buka PHD Comics, macem-macemlah, sampe makan dulu, minum dulu, boker dulu, mandi dulu. Eh, pas nyempatin nangkring terus ngetik, jari bergerak dengan sendirinya dengan aduhai. Sekitar 30 menitan, jeda dulu, 10 menit. Mikir. Habis itu mulai lagi sampe 10 menit selanjutnya naskah selesai dan diposting di blog si Mamba Hitam. Buat yang mau liat ini dia hasilnya..

Proyek Naskah Teater Detektif: Abstraksi dan naskah dialognya, nih, Bunuhlah Aku Dengan Sianidamu.

“Bunuhlah Aku dengan Sianidamu” kayak judul sinetron, ya? Kedengarannya juga sadis banget, tuh. Gak apa-apa, biar yang lihat penasaran dan pengi tahu terus nyasar ke blog saya.

Yang saya pelajari adalah simple.

Proyek naskah teater detektif ini sebenarnya sudah lama banget rencananya. Sekitar 2 minggu lalu. Kalau kelamaan mikir, gak bakal selesai. Kalau dikerjain, selesai. Udah gitu doang. Intinya, jangan suka menunda-nunda pekerjaan yang harus lo lakuin. Lakuin sekarang, atau.. mati.

Advertisements

One thought on “Kalau dikerjain, selesai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s