Ini Masalah Eksistensi Diri

Mau agak sombong dikit.. ini masalah eksistensi diri. Dimana, akhirnya, nama saya, disebutin di depan kating dan orang-orang satu angkatan dalam ospek jurusan psikologi.

“Disini katanya ada yang bisa stand-up comedy?” kata Bang Arba.

Dengan malu-malu unyu saya ngacung.

“Oh orangnya gak hadir, ya?”

Bangke emang Bang Arba itu.

“Yang mana sih Fauzy itu?”

Saya pura-pura ngelihat kanan kiri.

“Oh, ORANGNYA GAK HADIR.”

Sebelumnya saya cuma nanya ke kating cewek, mbak Alifya, “Mbak, stand-up comedy itu potensi diri bukan?”

“Iya, dek.” Terus dia nanya, saya bisa stand-up comedy gak.

“Lumayan, kak.” Saya jawab.

Ternyata Mbak Alifya ini mulutnya ember, ngadu ke Bang Arba, kating yang jago stand-up comedy juga. Ngeliat dia, anjir, jago banget. Dia ngenalin teman-teman panitia Hima sambil nge-roasting mereka. Dan itu berhasil bikin satu angkatan ngakak parah. Pecah abis. Dan saya lihat, kayaknya dia cuma improvisasi doang, beda sama saya yang harus persiapan matang banget sampe nulis materi aja detail sekalee. Kadar PD-nya Bang Arba juga sudah setaraf dengan komika nasional lainlah, di panggung gak ada pergerakan nervousnya. Act out ya act out aja dia mah, gak jaim. Ini cuma masalah pengalaman. Dia udah mulai dari tahun lalu dan saya baru mulai. Oke, fight!

Disini saya menyimpulkan bahwa saya harus percaya diri, gak usah malu-malu untuk menunjukkan potensi diri. Kalau misalnya potensi dirinya malah disembunyikan itu namanya sombong. Itulah pesan moral yang saya tangkap setelah ketika mengikuti AMT (Achievement Motivational Training) dari Bu Venny dalam rangkaian acara ospek jurusan.

Tapi, terkadang saya masih malu-malu. Saya masih kurang percaya diri buat nunjukkin potensi diri saya, yaitu menulis, stand-up comedy, overthinking, dan kedepannya harus lebih membiasakan diri buat tampil di depan orang banyak supaya pas manggung gak canggung lagi.

And, you know, prinsip Bang Dale Carnegie untuk gak nyeritain diri kita ke orang lain dan selalu menanyakan yang disukai orang lain itu saya praktekkin betul-betul, saya benar-benar gak nyeritain diri sendiri kalo gak ada yang nanya. Hasilnya lumayan istimewa untuk hari kemarin.

Untuk hari esok, tetaplah imbau motif-motif mulia, kata Bang Dale Carnegie, “Bila tidak ada informasi mengenai seseorang. Satu-satunya langkah terbaik adalah menganggapnya orang yang tulus, jujur, dan dapat dipercaya.” Itu yang harus selalu saya ingat buat ngajak ngobrol dan nyari teman (yang menurut saya susah banget) ketika ada persepsi buruk muncul membelenggu seperti: gak berani, gak PD, pengin langsung dianggap asyik, pengin langsung meraih simpati dan empati, sombong.

Ah, intinya sih saya masih ada rasa benci. Karena kadang, I hate people, karena terkadang orang-orang itu ngeselin. Right now, I want to turn to be I love people.. wish me a good luck, baby. Let’s rock Jogjakarta!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s