Feeling-nya Udah Gak Ada

Yang ada di pikiran saya kali ini adalah males nulis.

Sudah tiga hari berturut-turut saya pulang malem, nyampe ke kosan jam 9-10.

Ada beberapa catatan kecil yang pengin dibagikan, tapi malah gak sempat. Pas pulang, suka ngerasa capek, paling-paling buka hape, tiduran di kasur lalu ketiduran.

Dan yang paling saya benci adalah ketika berusaha nulis sesuatu yang pengin ditulis tadi malam ketika pagi hari, feeling-nya udah gak ada. Perasaan menggebu-gebunya udah hilang, udah punah, dan pagi harinya malah nyari-nyari ide baru yang mau ditulis selanjutnya. Dan ide-ide lama tersebut, hanya terpendam di dalam buku catatan kecil, gak sempat dibagikan.

Ini yang bikin saya bingung.

Ketika sudah mulai kuliah, itu kan pasti capek banget, saya takut terlalu lelah dan jurnal ini terbengkalai. Padahal, harus terus rajin menulis. Gimana, ya, cara meningkatkan daya tahan itu supaya terus produktif dan waktu-waktu yang sia-sia habis gara-gara tidur itu bisa hilang. Ketika ngerasa capek itu rasanya saya pengin tidur, dan ketika mikirin hidup harus produktif, rasanya gak mau ada kata tidur.

Sekelebat gitu doang, sih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s