Bolos Kuliah and Morning Class

Sesungguhnya saya mau cerita soal kejadian di minggu ini yang banyak sekali ketidakenakkan.

Bolos kuliah pertama terjadi gara-gara hal yang bodoh. Alarm gak nyala. Headset masih nyambung ke hape. Otomatis suaranya masuk ke headsetlah jadi gak berisik. Kuota bolos satu matkul tinggal tiga kali lagi. Jarak kosan ke kampus pun sangat jauh sekali. Oh, ku ingin punya motor~

You know your feeling when your friends dititipin absen kecuali lo doang yang kagak?

Itu terjadi di bolos kuliah yang kedua. Ketika matkul sebelumnya di kampus dua dan kuliah selanjutnya di kampus pusat. Tapi tiba-tiba hujan dan gak jadi berangkat malah nongkrong di perpus bersama dua teman saya. Bolosnya sih enak, baca buku psikologi adalah sesuatu hal yang menyenangkan menurut saya.

Dan ketika harus nerima kenyataan bahwa dua teman saya gak ada inisiatif buat titip absen, tapi dititipin absen sama salah satu teman yang hadir kuliah, saya enggak.

You know my feeling?

I’m just doing fine. Fine. Cool, bro. Gak apa-apa, orang jujur emang selalu teraniaya, kok.  But, I don’t want to insecure, karena orang jujur emang selalu gak mujur. Wajarlah, namanya juga kehidupan. Tapi serius jujur itu lebih penting. Walaupun sebenarnya saya ngomong jujur cuma pengalihan isu kalo sebenarnya saya orangnya gak berani buat titip absen. Ingat, kawan, titip absen adalah bentuk korupsi dalam hal kecil. Ingat itu.

Sok suci, lo. Sok bersih. Sok imut. Sok ganteng, lo, Fau. Biarin. Ingat kata Soekarno, cuy, beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncang dunia.

Hmm..

Sebenarnya, akhir-akhir ini saya jadi hobi tidur. Dikit-dikit tidur. Kayak kemarin, semalaman habis nongkrong ngopi-ngopi ganteng sampe lupa waktu. Eh, malemnya saya gak bisa tidur sampe dini hari. Jam satu lebihan lah. Begonya saya malah bertanya-tanya, kok saya gak bisa tidur ya? Dan gak kepikiran bahwa saya sudah ngopi. Serius, gak kepikiran. Saya malah mikir saya gak bisa tidur gara-gara mikirin apa yang membuat saya gak bisa tidur.

Bangun jam empat pagi ngerjain tugas blog dari universitas, bisa dilihat blog-nya di sini. . Klik. Lalu berangkat jam enam untuk kuliah pagi. Aduh, kuliah pagi, betul-betul bikin saya geregetan. Semenjak telat dan bolos kuliah yang pertama itu saya jadi rada thriller psikologis sama kuliah pagi.

Oke. Thriller Psikologis #6 yaitu MORNING CLASS.

Kuliah paginya oke saya gak ngantuk. Tiba masuk ke kuliah kedua, dosennya ngomong melulu, garing, bete. Mulai ngos-ngosan ini mata. Tiga SKS saya menahan kantuk dengan sangat tidak wajar. Goler sana. Goler sini. Mencuri-curi momen untuk took a little time buat mimpi. Kuliah ketiga apalagi. Makin sulit karena saya malah duduk di kursi yang kelihatan banget oleh dosen. Walaupun di jajaran belakang tapi di tengah-tengah gitu. Udah gitu mood mulai bete, kuliah jadi gak menarik. Disuruh diskusi apapun itu pun kayak udah males buat ngomong. Kadar ekstroversi udah 0%. Ternyata, ngantuk bikin bego. Apalagi ngantuknya sendirian. Gak ada yang ngajak ngobrol atau apapun itu. I really want to get connected, mengekspresikan kengantukan saya ke sebelah saya atau ke dosennya, biar tiba-tiba dosennya ngomong, “Kuliah sampai sini aja ya, kok saya tiba-tiba ngantuk gini, ya?” Terus dia tiba-tiba merebahkan diri di kelas dengan tidak wajar.

Dan tiba saatnya untuk pulang menuju sweet kosan, menuju kasur kesayangan yang berantakan spreinya, oh my god, this is my zone.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s