Hello, friends, gimana kabar kalian? Gua tau, pasti banyak yang masih chattingan sama gebetannya, walaupun gebetannya udah punya pacar. Dengan alasan pengin nurutin lagu Sheryl Sheinafia “Kutunggu Kau Putus”.Tapi yang nunggu kayak begitu biasanya terwujud, pasangan yang ditungguin biasanya putus betulan.

Putus pacarannya, tapi nikah.

Ada juga yang udah ditolak mentah-mentah sama gebetannya tapi ketika ada kesempatan papasan sama dia, masih curih-curih perhatian. Tau gua.. karena gua sendiri tuh barusan kayak begitu tadi siang. Tapi si kampret yang gua cariin kagak ada.

Hehehe.

Minggu ini gua pengin bersyukur segalanya berjalan dengan lancar, biasanya mah wuuhuy banyak thriller psikologisnya.

Dari yang hari Selasa gua tiba-tiba dapat ilham untuk ngajakkin teman gua yang suka sama stand-up, Yoga, buat nonton show stand-up komedi entar malam Kamis. Dia mau.

Lalu ada ide bikin grup Line standup psikologi, gua langsung bikin. Grup yang berisikan anak-anak psikologi UNY yang hobi stand-up dan mau untuk tampil stand-up. Grupnya hanya beranggotakan tiga orang, penginnya sih tiga ratus orang, tapi apa daya kami tak kuasa dan bukan adikuasa, kami hanya adiguna yang sering diguna-guna. Anggotanya gua, Yoga, sama Ruben, gak ada yang meyakinkan dari kami bertiga tapi kami yakin kami bisa menembus ruang batas untuk menjadikan dunia psikologi ini lebih jayus.

Hehehe.

Baru berdiri tiba-tiba ada masalah di grup Line standup psikologi ini.

Nama standup psikologi ini kurang keren menurut gua.

Gua ganti nama jadi psycho-standupcomedy.

Habis ganti nama pun anggota kami gak nambah, kok.

Masalah kedua muncul.

Mendadak setelah ganti nama grup, Ruben yang gua ajak nonton show dan ikut sharing komika Jogja, tiba-tiba sakit.

“Maaf nih, saya gering tepar.” kata dia.

Sakitnya Ruben menjadi tanda awal perjuangan kami. Kami yakin setelah dicerca oleh dua masalah ini, grup ini telah belajar dari kesalahan dan tumbuh menjadi semakin besar, untuk menjadikan dunia psikologi menjadi lebih jayus.

Hehehe.

Rabu malam, gua bareng Yoga ikut sharing komika Jogja bareng komunitas Stand-Up Indo Jogja dengan masih malu-malu merah kayak bayi kucing baru lahir dari induknya. Baru pertama kali, Cuy, ikutan begini. Lumayanlaah.. sedikit mendapat banyak pencerahan tentang materi gua yang belum lucu ini.

Waktu berjalan dengan cepat sampai ke Kamis malam, malam Jumat, gua nebeng Yoga yang udah gua ajak, berangkat ke Lembaga Indonesia Perancis di Jalan Sagan 3 Sleman Jogjakarta untuk menonton Wang Sinawang, show stand-up yang gua maksud. Show stand-up pertama yang gua tonton secara langsung. Terima kasih Stand Up Indo Jogja yang sudah menyelenggarakan event yang sangat pecah malam ini. Bang Mukti Entut, Om Seno, Bang Chandra Oreo, Bang Oki Glenn, Sitampanbgt, dan Aa Iqbal Qutul luar biasa sekali membawakan bit demi bit dengan sangat keren. Habis nonton, gua jadi pengin bikin show sendiri.

Gua yakin, gua bisa.

Hehehehe.

wang-sinawang
Wang Sinawang (Sumber Foto: @gigihhadiguna)

Di malam Minggu ini gua diapelin sama ibu dan bapak gua, Cuy, yang udah janji buat datang nganterin kendaraan. Yoi, gua dibawain kendaraan yang sangat canggih. Sepeda roda dua yang pake mesin.

Hari ini pun gua habis ikut workshop kece dari Magenta Radio, UKM radio di universitas. Workshop Speak Up disebutnya, yang ngundang Chalida Ghrya, penyiar radio di Geronimo FM, dan MC profesional yang lucu banget, Mas Alit Jabang Bayi. Denger namanya aja udah geli-geli sendiri. Soalnya gua pengin snack-nya yang enak penasaran banget sama orang yang bisa ngomong di depan umum itu kayak gimana sih, dan workshop ini, dengan dua senior yang sudah ngasih banyak pengalaman dan pengetahuannya.

chalida-ghrya
Chalida Ghrya, Orang Sunda yang sukses jadi penyiar di Jogja. (Sumber Gambar: @magentaradio)

Stay educated, work harder, dress well, respect, and be nice to people. –Chalida Ghrya

alit-jb
Alit JB (Sumber Gambar: @magentaradio)

Selama di panggung hati kita milik orang banyak. Walaupun gak nyaman, dinyaman-nyamankan. -Alit Jabang Bayi

Gak biasanya juga malam itu adek gua mau diajak telponan, si Enok, biasanya kita jaim-jaiman. Si kampret nyanyi-nyanyi di telpon setelah gua pancing gua yang nyanyi duluan. Ah, enaknya punya pulsa bisa telpon-telponan. Iya, pake hape bapak gua.

Hehehe.

Tuh, liat bapak gua dan ibu gua lagi pada ngorok tidur.

Pemandangan yang sangat…… isi sendiri.

Baru kali ini, gua liat dua orang ngorok bikin gua jadi sangat kontemplatif.

Satu minggu yang menembus ruang batas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s