Ngenest, Bareng Ernest Sekali-Kali Ngetawain Hidup

Daripada terbuang sia-sia waktu, sejenak, saya ingin berbagi sedikit mengenai hasil membaca keras saya. Kali ini, buku yang sudah saya baca yaitu Ngenest: Ngetawain Hidup Ala Ernest. Yang dikarang oleh Ernest Hemingway.

Maksud saya oleh Ernest Prakasa, yang lebih dikenal sebagai stand-up komedian yang selalu menyuarakan keresahan sebagai orang Cina, yang selalu tertindas, dan minoritas. Tapi diam-diam sedang memberantas imej minoritas, melakukan misi diam-diam tanpa sepengetahuan masyarakat luas, ingin menguasai Indonesia seutuhnya dengan memanfaatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai sineas.

ngenest

Cuy, buku ini cocok banget untuk lu yang lagi sakit hati. Soalnya lu bisa lebih sakit hati baca buku ini.

Gimana gak sakit hati bahwa Ernest cerita di tahun 2012, Jakarta udah punya lebih dari 170 mall. Sedangkan, mari saya ajak menelusuri kampung halaman saya, kabupaten tanah kelahiran satu-satunya, yang tercinta, Kuningan Jawa Barat, yang belum punya sama sekali, satu pun, mall.

Kasihan, ya. Tempat nongkrong di Kuningan yang paling keren udah fix, Indomaret.

Jujur, nih, jangankan mall, pengin nonton bioskop pun sulit, harus keluar kota. Ke Cirebon dulu perjalanan satu hari. Kalo jalan kaki. Dan kalo naik mobil atau motor ke Cirebon perjalanan juga lumayan lama, satu jam setengah. Itu pun belum menghitung resiko kalo mogok di jalan atau di begal tukang tahu bulat.

Sama kayak Orang Timur banyak mengeluh tidak ada air. Sampai ada ungkapan, “Sumber air sudah dekat.” Orang Kuningan juga ingin mengeluh, “Sumber film sudah dekat.”

Yang pada akhirnya, daripada ambil pusing, seringnya sih, daripada ke bioskop, mending download di Ganyool. “Sumber film tinggal download!”

Walaupun ya, koneksi internetnya pun masih menjadi misteri terbesar di Kuningan. Lemot. Terpaksa harus main-main sejam-dua jam buat download di warnet depan SMAN 2 Kuningan. Warnet paling cepat di Kuningan kecepatan downloadnya yang pernah saya temui dan rasai.

Tapi, ngomong-ngomong, bodo amat tidak ada mall juga, sebab saya sudah pindah ke Jogjakarta, dong. Kota pelajar berhati nyaman. Mantap.

Mall bukan lagi mitos. Hartono Mall dari kosan dekat, kok. Mau nonton film ke bioskop juga ada, tinggal meluncur naik motor ke Ambarukmo Plaza. Yang jadi masalah cuma dua. Pertama, duitnya. Dan kedua, duitnya.

Ujung-ujungnya tetap Ganyool.

Oh, iya, juga nih, Ernest Prakasa juga menampar kebegoan saya dengan ngasih tahu di salah satu ceritanya kalo Steve Jobs itu bukan pendiri Apple.

Maksud saya, bukan cuma pendiri Apple.

Tapi juga pendiri Pixar Studios.

Oh, My, God, baru tahu, Cuy. Maafkan saya Sheriff Woody, Buzz Lightyear, dan Scrat.

Ada yang nyadar gak, kalo Scrat itu bukan buatan Pixar Studios? Saya harap ada. Amin.

Terakhir dan kesimpulannya buku ini menghibur dengan candaan yang jujur. Cerita terbaik dari Ernest versi saya ada tiga. Pertama, tentang gimana memberi pelajaran seksual kepada anak perempuannya, Sky. Dari cerita ini saya mempelajari kosa kata baru, yaitu, “self-service”. Thanks, Ernest.

Kedua, Ernest pernah salah masuk restoran di Bali, yang membuat dia memakan menu makanan di sana, yaitu Half Pork Ribs. Setelah makan itu Ernest langsung bisa jawab tiga pertanyaan dengan satu jawaban yang sama.

Ketiga, mengenai Satpam Penjaga Pintu Bioskop. Pokoknya, jika dipikir-pikir kasihan banget, mereka.

Udah, gitu, aja. Terima kasih udah mau baca, friends.

Advertisements

2 thoughts on “Ngenest, Bareng Ernest Sekali-Kali Ngetawain Hidup

    1. Pengalaman ya, Mas Rifal? Kuranginlah mas beli kondomnya, kurangin juga intensitas main-main ke kosan temannya, ya. Ingat, ortu, Mas.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s