PDKT Via Chat Kayak Pengin Boker di Malam Hari

Malam-malam, saya lagi asyik dengerin musik di web Joox, sembari baca komik Zero Gravitty Comic Japan-nya Roger Dahl. Ntaps..

Tiba-tiba perut mencicit. Ada sesuatu yang ingin keluar. Memberontak.

Tapi saya tahan, soalnya males, ngebayangin, keluar dari kamar kosan, toilet di luar, gelap, cuma ada pencahayaan satu lampu bohlam, redup, warna oranye kelam gitu, nanti kalau tiba-tiba ada kuntilanak menyergap berabe, karena di toilet gak bisa baca Ayat Kursi.

Keluar cuma kutangan doang, pake celana pendek, angin malam pasti bikin bulu kuduk merinding dan badan menggigil. Nyampe di jamban, nongkrong, pasti ngelamun, gak ada kerjaan, nanti kesurupan, mana hape lagi di-charge, mau bawa laptop ke toilet sembari internetan di sana juga terlalu gede laptopnya, mau ditaro dimana coba nantinya, gak ada meja, mana toilet jongkok, mau ditaro dibawah nanti misalnya kesiram air mampus empat tahun tanpa laptop harus ngewarnet terus kalo ada tugas kuliah.

Tapi rasanya gak enak, lagi asyik-asyik dengerin musik, kenikmatan meresapi lagunya jadi sedikit ternodai. Membaca pun gak sinkron. Ah, tapi mager banget buat keluarnya! Bodo amatlah, nanti juga hilang sendiri unjuk rasa usus ini. Sebentar, doang, hilang, tapi pas kepikiran lagi, semacam lirik lagunya “Starving” Hailee Stainfeld, “The more that I know you, the more that I want to..

hailee-steinfeld
vevo.com

Lama-lama makin menjadi dan malah makin keladi. Ususnya bergemetar, mulai keluar racun-racun asap dari saklar tubuh. Pretttt. Saling sahut menyahut. Ngeganggu sistem saraf pusat dan saraf tepi lalu menjalar ke motorik, deh, jadinya. Lagu “Starving“, makin menjadi-jadi, “By the way, right away, you do things to my body..

Tubuh mulai menari-nari, berdansa-dansa, menggeliat gak mau diam, di atas kasur, tadinya rapih, sekarang jadi berantakan. Hidup yang tadinya berantakan, jadi tambah berantakan.

Ah, kampreeetttt. Ini bikin saya tidak nyaman. Tapi kemageran selalu menjadi kemageran. “I should just walk away, but I can’t move my feet..

Eits, karena kayak ada yang mau keluar. “Something’s inside me changed..

Saya pun memaksakan diri untuk keluar dari belenggu ini. Oke, fix, kesadaran udah di ujung batas. Ego udah gak mikir lagi, daripada belepotan entar males ngebersihinnya.

Mau keluar pintu kamar, nyari-nyari gembok dulu karena nanti takut ada maling. Euh, gemboknya kagak ada lagi, ini udah di ujung tanduk. “Shit that scares me.. and things that scare me…” Ketika lagi dibutuhin, barang selalu tiba-tiba menghilang.

Perjuangan tak sampai disitu, baru aja nyebrang dari kosan ke luar, angin buru-buru nyerbu aja menusuk punggung, rusuk juga rasanya macam dicubit. Punuk dan leher garing tertiup udara malam. Sumpah, dinginnya krenyes banget.

Berjalan beberapa langkah dan ngeliat pintu toilet dari kejauhan, rasanya pengin balik lagi aja terus maksain diri buat tidur dan melupakan semua kejadian “unjuk rasa” ini. Namun, sepertinya kepalang kepergok keliatan sama jamban yang udah melongo menantikan seorang penyanyi untuk manggung di atasnya. Penonton nampaknya tak mau dikecewakan.

Tanpa ragu-ragu, rasanya ini “Don’t need no butterflies when you give me the whole damn zoo..” saya mengeluarkan semuanya. Mencurahkannya. Muntah semuanya. “You know how just to make, my heart beat faster, emotional earthquake, bring on disaster..

Setelah itu, bengong sebentar. “I was so much younger..

Lega sekali.

Fufufu. Fiuh. Huh.

Setelah menyucikan diri, beranjak bangun, saya merasa, akhirnya saya bisa tidur dengan nyenyak. Menutup pintu toilet dengan bangga.

hailey-steinfeld-starving-lyric-video-compressed
idolator.com

Namun, terbersit bayangan analogi. Kok, rasanya insiden boker “at the night” ini kayak mau deketin cewek, via chatting, obviously, karena deketin cewek via face-to-face masih dalam tahap kontruksi atau “prototype” 🙂.

Ternyata kayak pengin BAB di malam hari, Cuy, yang kalo gak memulai chattingan rasanya gak bisa tidur semalaman, dan kalo udah ngobrol berdua apalagi sampai tahap nelpon, rasanya bisa tidur tanpa beban.

Pertama, “The more that I know you, the more that I want to..

Tahap stalking. Kepo. Nyari tahu sosmednya apa, kalo udah tahu sosmednya, nyari tahu postingannya apa aja. Makin tahu kesukaan dia makin pengin dan menggebu-gebu saya pengin mulai ajak ngobrol, dari mulai jawaban-jawabannya di ask.fm, bio instagramnya yang bikin gemes, makin tahu selera humornya cuma dari tweet-tweet dan captionnya, makin pengin nyubit-nyubit gemes.

Pas ngeliat foto dia di instagramnya kok unyu banget, “By the way, right away, you do things to my body..” saya gak bisa berkata-kata apa-apa. Nikmat mana yang kau dustakan, Cuy.

Dan “the winter is coming“, ketika di kampus, dia gak sengaja lewat di depan saya, waktu seakan berjalan lebih lambat, jarum jam berdenting-denting-denting-tang-ting-tung-teng-tong, harusnya nyapa, atau apa, kek, ngomong, basa-basi, basi ngepet atau apalah. “I should just walk away, but I can’t move my feet..

Gak bisa gerak. Ternyata dia Kuntilanak.

Lalu tiba-tiba, “Something’s inside me changed..come on, now or never. Maksain diri buat ngomong, iya, saya maksain, tapi.. ketika dia udah gak ada di depan wajah, alias, udah di rumah, berbekal hape, dan aplikasi chatting, whatsapp.

Hehehe.

Hehe.

He.

😦

Shit that scares me.. and things that scare me…” untuk basa-basi di chatting online doang, juga deg-deg-an. Gak berani memulai. Minta saran ke teman cewek, lalu mulai berani.

Don’t need no butterflies when you give me the whole damn zoo..” ketika chattingan dengan dia berasa ngalir-ngalir-ngalir, lama-lama-lama, ngomongin semuanya yang kita suka, cuma berdua, gak ada orang lain di dunia ini.

Tapi ada saatnya mandeg, ketika dia lama gak bales. “You know how just to make, my heart beat faster, emotional earthquake, bring on disaster..” Satu jam, dua jam, lama banget, sampe tiga hari-empat hari. Entahlah.

Eh, satu saat, hape bunyi dan ternyata dia yang nge-chat duluan, di fase ini, saya bengong sebentar, dan merasa, “I was so much younger..

Dan sampe disitu, si dia ternyata ngasih tahu kalau dia gak mau lagi chattingan sama saya karena dia menyangka kalo saya adalah orang asing yang belum bertemu dengannya.

I didn’t know that I was starving til’ I tasted you.. and I was not so much younger..

Dan dia, nolak, lu, via chat.

Itu ibarat pengin boker di malam hari, lu udah keluar dan masuk kamar mandi, eh, bokernya masuk lagi ke usus besar, usus halus, usus dua belas jari, ke pankreas, ke hati, ke lambung, kerongkongan, dan mulut, lalu jadi lagi makanan. Aneh, banget.

Makanan itu dimakan lagi.

Njrit.

Oh, analogi yang menyakitkan.

Sampai saat ini saya masih merasa janggal, awalnya mengalir dengan enak, tapi mungkin setelah tiga hari, empat hari, chat-nya udah dihapus terus saya mulai lagi, terlihat seperti orang yang asing.

Sampai saat ini rasanya tidur saya masih kurang nyenyak, karena.. “I didn’t know that I was starving..

tapi.. “til’ I tasted you..“-nya masih belum terwujud. Ngegantung kayak jemuran yang belum diangkat. Belum disetrika. Belum dibeli. Ternyata jemuran tetangga.

Udah gitu, doang, terakhir, saya ingin memberi pertanyaan untuk didiskusikan:

Gimana, analoginya bagus, kan?

Enggak, darimana bagusnya! analoginya bikin nyeri. Sakit!

(*)Terima kasih untuk Hailee Steinfeld, by the way, lagu “Starving“-nya asyik, tapi pas saya nyanyiin di kampus ada teman saya yang nyangka kalo itu lagunya Ariana Grande.

(**)Duh, Gusti.

Advertisements

Perhaps She Was Turned into a Werewolf?

Celebrating Idul Adha’s nite at Kosan.

While thinking about things happened this week.

Wednesday, September 7th 2016

Four days ago. I was rejected by a girl, my candidate.. she’s my candidate to be my girl-f*cking-friend.

At that time, since three days I’m not chatting with her and then I wanna start again intimate session. I wanna start this chit-chat with her again because I miss her, really.

“Called her name, actually I wanna ask you a question..

.. Could I?” This is amazingly cliche chit-chat.

Drrt. My vibrator is vibrating. Eits, no! I mean.. my Advan Phone is vibrating dramatically.

Really, latenite?

She replying my chat at twelve past three A. M. My happy feeling spreading to all the corner of the room, I got message from my candidate girl-friend. And I’m going to open it.

Okey, I open it.

Wait a minute.

But, her reply message was make me open-mouthed:

According to communication ethics, if you wanna ask me something, you should introduce yourself first, right?

 

It’s okey, there’s a stranger who was texting but including his identity and the purpose for start chatting.

If its your comunnication way since yesterday, it’s annoying. TOO MUCH. I’m too lazy to replying you.

If you will judge me arrogant, whatever, people’s perception is different. But, for my self, this is a principle. Okay..

So please, change your self even in small action, like to communicate with other people.

Thank you. 🙂

OMG. Oh My Godness.

Allright. Sorry, my bad. -Spiderman, Civil War 2016

My feeling, I’m was chat with her, She’s like really fine to me. Perhaps she was turned into a Werewolf? Wkwkwk

I won’t think why she can turn to be a Werewolf? Wkwkwk

werewolf2
AUUUUUUU!! This is actually make sense, she’s reply at latenight. She is TRUE WEREWOLF.

So please, change your self even in small action, like to communicate with other people. It’s really hurt my feeling. Touching my heart. My deepest empathic. Cause, last time was happened problems that caused by my difficult to communicate with other people.

Remembering I barely start a chat with a girl, when I was starting chat with a girl, eh, I got a lesson. I think it’s really fun to me. Hahaha.

By the way, thanks you was remembering me and make me conscious, make me wake up. Even though, I’m not yours. Thanks ya.. 🙂

Most important thing is, don’t be so aggresive, man. Please control your psychosexual insting, dude.. wkwkwk

 

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar.. Laa illaha ilallahu Allahu akbar.. Allahu akbar walillah ilham..

And, right now, I want to sleep………… charging my energy to move on and get rejected again by other girls.. ah, it is my life, enjoy..